
Bekerja di ketinggian merupakan salah satu aktivitas berisiko tinggi yang dapat menyebabkan cedera serius hingga fatal jika tidak dilakukan dengan benar. Risiko seperti jatuh, kehilangan keseimbangan, atau kegagalan alat keselamatan dapat terjadi jika prosedur keamanan diabaikan.
Oleh karena itu, perusahaan serta pekerja di ketinggian wajib mematuhi standar keselamatan dan regulasi yang berlaku, memastikan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat, serta mengikuti standar operasional prosedur kerja yang ideal bagi pekerja.
Dengan langkah-langkah yang benar, risiko kecelakaan dapat diminimalkan, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
Bekerja di ketinggian didefinisikan sebagai segala bentuk pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja pada tempat kerja di permukaan tanah atau perairan yang terdapat perbedaan ketinggian dan memiliki potensi jatuh dari ketinggian tertentu, sehingga dapat menyebabkan tenaga kerja atau orang lain di sekitarnya cedera serius atau fatal. Selain itu
Berdasarkan regulasi yang berlaku, yaitu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No. 9 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan pada Ketinggian, bekerja di ketinggian umumnya mencakup aktivitas yang dilakukan di atas dua meter dari permukaan tanah atau lantai kerja, di mana potensi jatuh dapat mengakibatkan bahaya bagi pekerja.
Baca Juga: 12 APD Bekerja di Ketinggian yang Wajib Digunakan
Jenis-jenis bekerja di ketinggian meliputi:
Kerja pada ketinggian memiliki risiko tinggi yang dapat mengancam keselamatan pekerja jika tidak dilakukan dengan prosedur yang tepat.
Oleh karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting untuk mencegah kecelakaan kerja dan memastikan keamanan pekerja selama melakukan pekerjaan.
Berikut adalah prosedur bekerja pada ketinggian yang sesuai dengan standar K3:
Sebelum memulai pekerjaan di ketinggian, perlu dilakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan meliputi kondisi cuaca, stabilitas struktur kerja, potensi jatuh, serta kemungkinan terkena benda jatuh. Hasil penilaian ini akan menjadi dasar dalam menentukan tindakan pencegahan yang sesuai.
Pekerjaan di ketinggian harus direncanakan dengan baik dan hanya boleh dilakukan setelah mendapatkan izin kerja.
Rencana kerja harus mencakup metode kerja yang aman, penempatan alat bantu, serta langkah-langkah darurat jika terjadi kecelakaan. Semua pekerja yang terlibat harus memahami dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Pekerja wajib menggunakan APD yang sesuai, seperti helm keselamatan, sabuk pengaman atau body harness, sepatu anti-slip, dan sarung tangan. Penggunaan APD yang tepat dapat mengurangi risiko cedera akibat jatuh atau terkena benda dari atas.
Penggunaan alat bantu seperti scaffolding, tangga, atau gondola harus disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.
Semua alat bantu kerja harus dipasang dengan benar dan diperiksa keamanannya sebelum digunakan. Hanya pekerja yang terlatih yang diperbolehkan memasang atau memeriksa alat bantu ini.
Pekerja harus memahami teknik bekerja aman, seperti menjaga keseimbangan, menggunakan sistem pengaman diri dengan benar, serta selalu memastikan bahwa alat bantu kerja dalam kondisi baik.
Hindari gerakan mendadak atau membawa beban berlebihan yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan.
Supervisi yang ketat diperlukan untuk memastikan bahwa semua prosedur dipatuhi oleh pekerja. Pengawas harus selalu memantau jalannya pekerjaan, memastikan penggunaan APD, serta menegur pekerja yang tidak mematuhi prosedur keselamatan.
Setelah pekerjaan selesai, perlu dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur keselamatan. Jika ditemukan kekurangan atau potensi bahaya baru, langkah-langkah perbaikan dan tindakan pencegahan harus segera dilakukan untuk meningkatkan keselamatan kerja di masa mendatang.
Baca Juga: Rope Access Solusi Aman dan Efisien untuk Pekerjaan di Ketinggian
Untuk memastikan keselamatan kerja di ketinggian, pekerja harus memenuhi syarat-syarat tertentu sesuai dengan regulasi yang berlaku. Syarat ini mencakup aspek kesehatan, keterampilan, serta penggunaan alat pelindung diri yang sesuai.
Kepatuhan terhadap persyaratan ini akan membantu mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan kerja secara keseluruhan.
Regulasi bekerja di ketinggian sudah diatur sebagaimana Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.9 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pekerjaan di ketinggian. Regulasi ini mencakup beberapa aspek penting, antara lain:
1. Persyaratan Umum
2. Pelatihan dan Sertifikasi
3. Penggunaan Alat Bantu Kerja
4. Pengawasan dan Evaluasi
Peraturan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi pekerja yang melakukan aktivitas di ketinggian serta mengurangi angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi dan industri lainnya.
Pekerja yang bertugas di ketinggian harus memiliki kompetensi dan kualifikasi yang sesuai dengan standar K3. Beberapa persyaratan keahlian dan pelatihan yang wajib dimiliki meliputi:
Pekerja yang bekerja di ketinggian diwajibkan untuk mengikuti sertifikasi dan pelatihan K3 guna memastikan keselamatan dan kelancaran pekerjaan. Beberapa pelatihan yang diperlukan meliputi:
Keselamatan dalam bekerja di ketinggian bukanlah hal yang bisa diabaikan. Dengan memahami dan menerapkan prosedur K3 yang tepat, pekerja dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan pekerjaan berjalan lancar.
Kepatuhan terhadap regulasi, penggunaan alat pelindung diri yang sesuai, serta pengawasan ketat adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan ideal.
Untuk memastikan perlindungan maksimal, pekerja dan perusahaan harus menyediakan serta menggunakan perlengkapan keselamatan berkualitas.
Anda dapat menemukan berbagai alat pelindung diri dan perlengkapan safety yang sesuai di Toko Safety Murah, yang menawarkan berbagai perlengkapan dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.