
Dalam setiap pekerjaan, sudah pasti punya resiko masing-masing. Namun, kecelakaan semacam itu tentu bisa dicegah atau diminimalisir dampak buruknya. Adanya jaminan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di setiap lingkungan kerja juga mendukung upaya pencegahan kecelakaan kerja secara signifikan. Yuk, kita bahas lebih lanjut di bawah!
Mengapa K3 dianggap sangat penting? Karena pada dasarnya nyawa setiap orang itu berharga, termasuk pula para pekerja. Nah, dari situ, kemudian dikaitkan dengan dunia kerja. Untuk apapun itu jenis perusahaan atau tempat usaha, para pekerja yang ada di dalamnya tentu memiliki resiko terhadap pekerjaan mereka, bukan?
Beberapa contoh resiko kecelakaan misalnya seperti karena mengoperasikan mesin, resiko tertular penyakit karena terkontaminasi bahan kimia, karena tertimpa peralatan berat, atau juga tekanan mental akibat kelebihan beban kerja. Untuk itu, sangat penting adanya penerapan K3 dalam setiap perusahaan atau badan usaha.
Karena K3 pada prinsipnya adalah upaya berkesinambungan antara karyawan dengan pemilik usaha atau pihak manajemen untuk bergotong-royong menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Sehingga resiko kecelakaan kerja bisa dihindari, serta kemungkinan adanya dampak buruknya bisa diminimalisir juga.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia. Apalah upaya pencegahan kecelakaan kerja atau K3 sudah baik di negara ini? Jawaban dari pertanyaan itu adalah tingkat kecelakaan kerja di Indonesia cenderung tinggi. Mengutip data dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), bahwa jumlah kecelakaan kerja di tahun 2022 mencapai 265.334 kasus. Naik sebesar 13,26% dari tahun sebelumnya.
Dari angka tersebut, sudah dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja di Indonesia mungkin belum menerapkan K3 secara konsisten. Adanya kenaikan ini juga membuat Menteri Ketenagakerjaan menghimbau agar perusahaan dan para pemilik usaha untuk mendisiplinkan penerapan sistem K3 dalam lingkungan kerja milik mereka.
Selanjutnya, juga dihimbau agar secara rutin menyelenggarakan sosialisasi penerapan K3 bagi karyawan, pemilik usaha, serta pihak-pihak yang terkait agar lebih sadar akan keselamatan kerja. Pemerintah sendiri akan lebih meningkatkan kualifikasi sistem pengawasan K3 agar bisa memantau dan mengatur pelaksanaannya di setiap badan usaha yang ada.
Baca Juga: Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja yang Penting untuk Diperhatikan oleh Pekerja
Upaya pencegahan kecelakaan kerja pertama dan dasar yang harus dilakukan di lingkungan kerja adalah menggunakan APD. Serangkaian peralatan perlindungan diri tersebut diharapkan dapat melindungi tubuh pekerja dari resiko kecelakaan yang ada, seperti dari bahan kimia, percikan debu, kontaminasi bakteri atau virus, dan lain sebagainya. Penggunaan APD juga bisa meminimalisir dampak buruk kecelakaan kerja.
Pelatihan K3 dianggap sangat penting, mengapa? Karena masih banyak orang, terutama para pekerja, yang belum sadar dan memahami bahwa risiko keselamatan kerja itu tinggi. Maka dari itu, perlu adanya pendidikan tentang K3, baik itu berupa sosialisasi maupun pelatihan yang diberikan kepada pekerja, pemilik usaha, serta semua pihak yang terkait.
Kita juga tidak bisa melupakan faktor lingkungan. Dimana letak tempat kerja tersebut, karena bisa saja resiko kerja bukan berasal dari bahan baku atau peralatan yang ada, melainkan lingkungan sekitarnya. Untuk itu, seharusnya ada pertimbangan sendiri mengenai lingkungan sekitar saat sebelum membangun lahan usaha di kawasan tersebut.
Faktor manusia juga sangat berperan penting dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja. Akan sangat disayangkan jika standar operasional kerja, peralatan, serta lingkungan kerja sudah mentaati K3, namun para pekerja malah abai. Kesadaran mereka terhadap pentingnya K3 harus dipupuk agar mereka punya inisiatif untuk mematuhi aturannya dan melaksanakan prosedurnya secara konsisten.
Peraturan K3 yang sudah dibuat harus dipatuhi oleh semua orang yang ada di lingkungan kerja. Karena peraturan tersebut sudah dibuat secara rinci untuk menghindari adanya kecelakaan kerja yang mungkin saja bisa terjadi. Juga bisa meminimalisir dampak buruknya jika memang ada kejadian tersebut.
Setiap perusahaan atau badan usaha pasti punya SOP yang sudah disesuaikan dengan sistem kerja dan lingkungan kerjanya. Untuk itu, tugas pekerja adalah mengikuti SOP tersebut dengan konsisten. Karena pembuatan SOP semacam itu sudah pasti mempertimbangan resiko kerja serta penerapan sistem manajemen K3 yang sesuai.
Upaya pencegahan kecelakaan kerja yang selanjutnya adalah dalam segi pengawasan dan penyediaan sarana K3. Dalam hal ini, peran pemilik usaha atau pihak manajemen sangat dibutuhkan. Bagaimana lingkungan kerja bisa lolos dari pengawas khusus K3, yang berarti tempat itu sudah memenuhi standar K3 yang sesuai. Juga penyediaan sarana penunjang K3 yang memadai, untuk hal ini, tokosafetymurah.com punya banyak pilihan produk K3 yang sesuai untuk banyak bidang pekerjaan.
Karena setiap lingkungan kerja punya resiko masing-masing, maka tidak salah jika diterapkan sistem manajemen K3. Yang mencakup prosedur penerapan K3 di lingkungan kerja, bertujuan untuk meminimalisir adanya kecelakaan kerja beserta dampak buruknya terhadap para pekerja. Bahkan, ada beberapa aturan dan standarisasi tertentu dalam hal K3 di Indonesia. Berkaca pula, bahwa Indonesia masih punya angka kecelakaan kerja yang tinggi setiap tahunnya.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.