Aturan Pemasangan Traffic Cone: Panduan Lengkap & Jarak Ideal

Dalam dunia lalu lintas dan keselamatan kerja, aturan pemasangan traffic cone tidak boleh Anda anggap sepele. Baik di arus lalu lintas sampai untuk menandai area lokasi konstruksi, penggunaan kerucut ini harus mengikuti panduan tepatnya.

Dengan begitu, fungsinya sebagai penanda lokasi berbahaya atau keamanan di jalan raya bisa berjalan efektif. Terlebih lagi, salah satu alat pengaturan lalu lintas ini punya jarak ideal antar cone yang harus sesuai standar.

Tidak perlu bingung! Mari lihat cara pemasangan traffic cone yang benar melalui pembahasan berikut ini, lengkap dengan tips pemasangan yang aman dan direkomendasikan sesuai situasi di lapangan.

Baca Juga: Fungsi Traffic Cone: Kerucut Lalu Lintas, Pengaman di Jalan Raya

Aturan Pemasangan Traffic Cone yang Wajib Diketahui

Traffic cone sendiri memiliki beberapa fungsi di jalan raya, diantaranya sebagai berikut:

  • Pengalihan Lalu Lintas: Memberikan arahan kepada pengemudi untuk tidak melalui area bahaya atau konstruksi.
  • Peringatan Bahaya: Menjadi tanda tentang potensi bahaya untuk kendaraan.
  • Pengaturan Pejalan Kaki: Mencegah pejalan kaki supaya tidak lewat area konstruksi.
  • Pembatas Area: Menandai area yang dilarang untuk dilintasi.
  • Penandaan Jalur: Menetapkan jalan khusus pada lalu lintas.

Lumrahnya, peralatan lalu lintas yang digunakan ini berwarna oranye atau kuning dengan strip reflektif untuk meningkatkan kehadirannya di malam hari.

Penggunaan alat safety satu ini tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Instalasinya erat dengan aturan resmi dan standar keselamatan lalu lintas.

Dasar Hukum dan Regulasi Pemakaian Cone atau Kerucut Lalu Lintas

Penggunaan penanda berbentuk kerucut ini diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 34 Tahun 2014 mengenai Alat Pengatur Lalu Lintas.

Kemenhub menetapkan bahwa traffic cone akan dipakai untuk mengatur arus lalu lintas sementara, contohnya seperti pekerjaan konstruksi atau perbaikan jalan hingga menandai lokasi tidak aman atau area terlarang.

Pedoman Konstruksi dan Bangunan yang diterbitkan oleh Departemen Pekerjaan Umum menyebutkan bahwa penempatan rambu perlu mempertimbangkan faktor berikut ini:

  • Kecepatan operasional kendaraan
  • Kondisi geometrik jalan
  • Lingkungan sisi jalan
  • Jarak pandang operasional pengemudi
  • Manuver kendaraan
  • Efisiensi jumlah rambu (jumlah yang berlebihan cenderung mengurangi fungsinya).

Berapa Jarak yang Disarankan untuk Penempatan Kerucut Pengaman?

Jarak ideal penempatan traffic cone sangatlah bergantung pada manuver kendaraan di lokasi tersebut. Sebab, pemakaiannya sangat berguna untuk memastikan keselamatan pengendara dan memandu lalu lintas.

Secara umum, jarak penempatan traffic cone yang disarankan berkisar antara 30 kaki (sekitar 9 meter) sampai 30 meter (sekitar 90 kaki), tergantung kondisi jalan.

Namun, ada ketentuan jarak tertentu yang juga perlu diperhatikan dengan memperhitungkan kondisi jalan atau bagian jalan, seperti:

  • Jarak pada area pekerjaan jalan: Jarak antara kerucut sebaiknya tidak lebih dar 5 meter di area kerja, dengan jarak antara pintu masuk dan keluar kerucut keselamatan sebesar 1 meter.
  • Jarak pada bahu jalan: Rambu ini perlu diletakkan minimal 3 meter dari mobil yang berhenti di jalur padat, dan 10-30 meter di kondisi jalan yang lancar.
  • Jarak pada jalan tol: Jika berhenti secara darurat di bahu tol, taruh segitiga pengaman minimal 100 meter dari posisi mobil yang berhenti.

Sementara itu, jarak ideal peletakan traffic cone juga bergantung pada kecepatan kendaraan di lokasi. Ini daftarnya:

  • Kecepatan dibawah 40 km/jam: Sekitar 5-10 meter.
  • Kecepatan 40-60 km/jam: Disarankan jarak 10-20 meter.
  • Di jalan raya berkecepatan tinggi: Sekitar 25-45 meter.

Faktor yang Mempengaruhi Jarak dan Posisi Cone

Jarak dan posisi kerucut lalu lintas dipengaruhi oleh beberapa faktor serius, supaya pengguna jalanan  bisa lebih nyaman dan aman selama perjalanan, antara lain:

  • Kecepatan rata-rata kendaraan di lokasi: Semakin cepat lalu lintas, semakin jauh jarak antar cone.
  • Kondisi jalan: Jalan menanjak, menikung, atau basah memerlukan penyesuaian khusus.
  • Pencahayaan dan visibilitas: Pada malam hari atau cuaca buruk, cone harus dilengkapi reflektor dan ditempatkan lebih strategis agar mudah terlihat.
  • Jenis kegiatan: Untuk pekerjaan besar seperti perbaikan jalan tol, penempatan cone cenderung lebih panjang dan menyebar dibanding sekadar penutupan jalur sementara.

Baca Juga: Traffic Cone Adalah Kerucut Lalu Lintas, Berikut Penjelasan Selengkapnya Tentang Traffic Cone!

Cara Pemasangan Traffic Cone yang Efektif

Supaya fungsi traffic cone sebagai alat pengaman dan pengatur arus lalu lintas berjalan maksimal, penempatannya harus dilakukan dengan cermat.

Pemasangan yang efektif tidak hanya memperhatikan lokasi dan jarak antar cone, tetapi juga mempertimbangkan konteks lingkungan dan arus kendaraan.

Ini dia tahapan yang dapat Anda terapkan saat memasang perlengkapan lalu lintas ini:

  • Pasang kerucut dalam garis lurus dan konsisten, agar pengendara dapat dengan mudah membaca arah atau batas aman.
  • Tempatkan kerucut dengan jarak sesuai kecepatan kendaraan di lokasi tersebut (lihat standar jarak ideal).
  • Gunakan cone berukuran besar dan dilengkapi reflektor untuk visibilitas maksimal, terutama pada malam hari.
  • Pasang rambu pendukung seperti papan peringatan jika pemasangan cone bersifat jangka panjang atau terjadi di area rawan kecelakaan.

Kesalahan Umum dalam Pemasangan Traffic Cone

Meskipun telah tercantum dalam peraturan resmi, sayangnya masih banyak ditemukan kesalahan saat memasang kerucut di lapangan. Beberapa kesilapan yang kerap terjadi antara lain:

  • Jarak antar kerucut terlalu dekat atau terlalu jauh.
  • Pemasangan tidak berurutan atau tidak jelas arahnya.
  • Cone dibiarkan miring atau roboh tanpa pengawasan.
  • Tidak ada petugas atau penanda tambahan di sekitar area kerja.

Kesalahan-kesalahan tersebut bisa membuat pengendara bingung, bahkan memicu gerakan tangkas dari kendaraan secara mendadak. Kejadian ini tentu berbahaya dan harus dihindari.

Pentingnya Mematuhi Aturan Penggunaan Traffic Cone

Mematuhi aturan penggunaan traffic cone bukan sekadar soal prosedur teknis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab terhadap keselamatan bersama.

Setiap kerucut yang dipasang harus bisa "berkomunikasi" dengan pengguna jalan, menyampaikan pesan bahwa ada sesuatu yang perlu diwaspadai di depan.

Pelanggaran terhadap aturan pemasangan traffic cone bisa menimbulkan risiko fatal. Cone yang tidak terlihat jelas atau diletakkan sembarangan dapat menyebabkan kecelakaan, baik pada pengemudi yang tidak siap menghindar maupun pada pekerja yang berada di sekitar lokasi.

Kasus Kecelakaan Akibat Penempatan Kerucut yang Salah

Sebagai contoh nyata, pernah terjadi kecelakaan di ruas jalan tol ketika sebuah mobil menabrak cone yang diletakkan terlalu mendekat tanpa ada rambu peringatan sebelumnya.

Akibatnya, kendaraan hilang kendali dan menabrak pembatas jalan, menyebabkan kerugian material dan korban luka. Kasus ini menegaskan bahwa kelalaian kecil dalam pemasangan cone bisa berdampak besar terhadap keselamatan pengguna jalan.

Kesimpulan

Pemasangan traffic cone atau kerucut jalan bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas, terutama di area proyek atau titik rawan gangguan.

Penempatannya perlu diperhatikan secara seksama, supaya fungsinya sebagai pengatur lalu lintas bekerja optimal dan aman bagi seluruh pengguna jalan.

Agar pemasangan berjalan efektif dan sesuai standar, pastikan Anda menggunakan traffic cone berkualitas dengan ukuran, bahan, dan visibilitas yang sesuai kebutuhan.

Andalkan saja kebutuhan kerucut lalu lintas Anda di Toko Safety Murah! Terbuat dari bahan PVC atau rubber yang berkualitas, ketahanannya sudah tidak perlu Anda ragukan! Tersedia juga dalam berbagai ukuran, mulai dari 45 cm, 50cm, 70 cm, 75 cm, dan 90 cm.

Produk Toko Safety Murah telah memenuhi standar keselamatan nasional, sehingga cocok digunakan untuk proyek jalan hingga manajemen lalu lintas! Kunjungi laman Toko Safety Murah untuk lihat seluruh koleksi trafficcone yang sesuai kebutuhan Anda!


Artikel Lainnya

Lorem Ipsum 
12 December 2025
Lorem Ipsum 

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

Baca Selengkapnya →
Lorem Ipsum
12 December 2025
Lorem Ipsum

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

Baca Selengkapnya →
Solusi Terbaik untuk Keselamatan Kerja di Lingkungan Anda!

Please rotate your phone to access the website

Butuh Bantuan?