
Pernahkah membayangkan adanya kecelakaan kapal laut? Pasti sangat menakutkan bukan. Nah, di dalam aturan kemaritiman yang mencakup kapa laut itu sendiri, ada aturan untuk pengadaan alat keselamatan. Tujuan utamanya tentu sebagai pertolongan keselamatan pertama saat terjadi hal yang tidak diinginkan selama pelayaran. Yuk, kenali alat keselamatan di kapal dan fungsinya berikut!
Baca Juga: Apa itu K3 Umum: Memahami Tugas Ahli K3 Umum dan Syarat Sertifikasi Kemnaker
Dalam sebuah pelayaran, peran alat keselamatan kerja yang sangat penting. Adanya alat-alat tersebut bertujuan untuk meminimalisir dampak buruk akibat adanya kecelakaan selama masa pelayaran. Fungsi utama alat keselamatan yaitu sebagai pertolongan pertama dan alat evakuasi yang bisa menjamin keselamatan penumpang kapal jika terjadi kecelakaan.
Pelampung merupakan alat keselamatan utama yang harus ada di sebuah kapal. Ragam bentuk pelampung banyak, berikut pula fungsinya. Ada pelampung yang berbentuk bulat seperti donat, bentuk jaket, dan lainnya. Namun fungsi pelampung sama, yaitu membantu penumpang untuk bisa mengapung di atas laut semisal ada kecelakaan atau keadaan darurat.
Saat melihat kapal yang besar, pasti di sisi pinggirnya terdapat kapal-kapal kecil yang digantung. Kapal kecil tersebut biasanya disebut sekoci. Fungsi dari sekoci ini sebagai kapal evakuasi penumpang saat terjadi kecelakaan atau keadaan darurat. Walaupun bentuknya lebih kecil dari kapal, namun alat keselamatan di kapal ini bisa menampung orang banyak tergantung ukuran sekoci.
Dampak terjadinya kebakaran di kapal terhitung fatal, bisa menyebabkan keadaan darurat yang harus dihindari. Maka dari itu, alat keselamatan kapal juga mencakup pemadam kebakaran. Biasanya di kapal terdapat sistem pemadam kebakaran yang terorganisir, sehingga jika terdapat percikan api yang berbahaya, bisa langsung dipadamkan sebelum membesar dan menyebar ke dalam kapal.
Line throwing berbentuk sebuah tali kuat yang standar panjangnya sekitar 230 meter. Tali ini menjadi salah satu alat keselamatan yang wajib ada di kapal. Fungsi pertama sebagai tali penolong jika ada penumpang yang tercebur di laut, mereka akan dilemparkan tali ini untuk berpegangan kemudian diangkat ke atas kapal. Kemudian, tali ini juga bisa sebagai penghubung antar kapal jika ada keadaan darurat.
Isyarat merupakan hal penting yang bisa membawa pertolongan di tengah laut. Bayangkan saja, jika berada pada keadaan darurat di tengah laut yang kosong perlu alat keselamatan di kapal. Satu-satunya jalan adalah membuat isyarat yang bisa mengundang perhatian kapal penyelamat untuk segera datang. Isyarat yang biasa digunakan adalah isyarat asap dan flare.
Kamu pasti sudah tidak asing dengan jaket pelampung, jaket semacam ini sudah pasti ada di setiap kapal. Jika terjadi kecelakaan kapal, maka jaket ini bisa digunakan sebagai alat keselamatan yang utama. Dimana jaket ini bisa melingkupi badan dan membantunya untuk mengapung di atas perairan, warnanya pun mencolok untuk mempermudah pencarian oleh tim evakuasi.
Seperti yang bisa dibayangkan, di laut tidak ada listrik, sehingga ketika kapal mengalami keadaan darurat maka listrik dari kapal mungkin saja mati. Jika terjadi keadaan darurat, maka cara yang paling mudah untuk menunjukan posisi pada kapal penyelamat adalah dengan red hand flare. Alat ini bisa mengeluarkan api selama 60 detik di udara, mirip dengan kembang api.
Immersion suit memiliki fungsi yang krusial bagi penumpang. Dimana alat keselamatan di kapal yang berbentuk suit atau setelan ini memiliki kemampuan untuk menjaga suhu tubuh agar tidak turun akibat suhu dingin perairan. Karena suhu tubuh yang turun drastis bisa berakibat fatal bagi keselamatan jiwa. Selain itu, warnanya yang mencolok juga bisa memudahkan untuk ditemukan oleh tim evakuasi.
Rakit penolong bisa menjadi solusi saat keadaan darurat terjadi di kapal. Rakit ini bisa menggantikan fungsi sekoci untuk evakuasi penumpang. Karena bisa saja sekoci gagal diturunkan ke laut akibat banyak hal. Nah, rakit penolong sendiri biasanya dilengkapi dengan penutup sehingga aman untuk penumpang menaikinya.
Selang pemadam kebakaran dibutuhkan saat terjadi sebuah kebakaran atau percikan api di kapal. Yang bisa saja letak titik api berada di sudut yang tidak bisa dijangkau, maka selang ini bisa digunakan. Atau bisa juga jika titik api lumayan besar sehingga membutuhkan pemadaman ekstra dari selang ini. Maka dari itu, selang ini masuk ke dalam alat keselamatan di kapal yang harus ada.
Kegiatan pelayaran menggunakan kapal laut memang memiliki resiko yang tinggi, namun bukan berarti resiko tersebut tidak bisa diminimalisir. Adanya alat keselamatan yang lengkap di kapal, akan banyak mempengaruhi bagaimana proses evakuasi penumpang jika ada keadaan darurat. Untuk itulah perlu adanya pengadaan alat keselamatan di setiap kapal sesuai dengan aturan kemaritiman yang berlaku.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.