Penggunaan Ear Plug pada Pekerjaan: Fungsi, Jenis, dan Manfaatnya

Dalam lingkungan kerja yang dipenuhi suara bising, seperti area konstruksi atau industri berat, kebisingan di tempat kerja dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan telinga. Paparan suara bising yang berlangsung berulang kali dan melebihi 85 desibel berpotensi merusak pendengaran, bahkan memicu gangguan pendengaran permanen.

Untuk itu, penggunaan earplug adalah alat yang direkomendasikan dalam standar K3 sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap paparan suara bising. Dengan ukuran yang tepat dan bahan yang nyaman seperti busa atau silikon, penyumbat telinga ini menjaga saluran telinga dan gendang telinga tetap aman dari kerusakan.

Dalam artikel ini, kami akan membahas seputar definisi, risiko tidak menggunakan, hingga perbedaan antara earplug dengan earmuff. SImak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Earplug dan Fungsinya di Dunia Kerja?

Earplug adalah alat pelindung pendengaran yang dirancang untuk melindungi telinga dari paparan suara yang berlebihan, terutama di lingkungan kerja yang memiliki tingkat kebisingan tinggi.

Alat ini dimasukkan ke dalam saluran telinga dan bekerja dengan cara meredam suara agar suara yang masuk ke telinga tidak melebihi ambang batas aman, yaitu 85 desibel.

Dalam konteks K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), penggunaan sumbat telinga atau earplug sangat penting untuk mencegah gangguan pendengaran, menjaga fungsi pendengaran, dan meningkatkan efektivitas kerja para pekerja di area kerja yang bising.

Fungsi utama earplug adalah mengurangi intensitas suara yang dapat merusak gendang telinga, serta menjadi bagian dari APD yang wajib digunakan di berbagai kebutuhan industri.

Baca Juga: Fungsi Ear Plug: Jenis APD Sebagai Alat Pelindung Telinga dari Suara Bising

Risiko Kerja tanpa Menggunakan Pelindung Telinga

Bekerja di lingkungan industri tanpa menggunakan pelindung pendengaran seperti penutup telinga atau earplug dapat menimbulkan berbagai risiko serius terhadap kesehatan telinga.

Paparan suara bising yang terjadi terus-menerus, terutama di area bising seperti pabrik, bandara, atau proyek konstruksi, dapat menyebabkan gangguan pendengaran secara bertahap maupun tiba-tiba.

Suara berisik yang masuk ke telinga tanpa filter berpotensi merusak fungsi pendengaran, bahkan pada paparan di bawah 85 dB jika terjadi dalam durasi lama. Selain itu, infeksi juga bisa terjadi jika saluran telinga terpapar debu atau partikel kecil di area kerja tanpa perlindungan.

Oleh karena itu, penting bagi para pekerja untuk menyadari bahaya kebisingan dan mulai menerapkan penggunaan pelindung sebagai langkah melindungi pendengaran secara optimal.

Pekerjaan yang Membutuhkan Penggunaan Ear Plug

Penggunaan earplug menjadi penting dalam berbagai sektor pekerjaan yang memiliki tingkat kebisingan tinggi. Berikut beberapa jenis pekerjaan yang sangat direkomendasikan untuk menggunakan pelindung pendengaran demi menjaga kesehatan telinga dan mencegah paparan suara bising:

1. Industri Manufaktur dan Pabrik

Pekerja di sektor ini sering terpapar suara bising dari mesin produksi, alat berat, dan proses otomatisasi. Tanpa sumbat telinga, mereka berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat paparan suara yang terus-menerus.

2. Konstruksi dan Proyek Bangunan

Di area konstruksi, suara dari bor, palu pneumatik, dan kendaraan berat bisa melebihi 85 desibel. APD seperti penyumbat telinga yang fit dengan telinga berukuran berbeda membantu mengurangi intensitas suara yang masuk ke telinga.

3. Pekerjaan di Bandara atau Area Transportasi Berat

Teknisi dan staf lapangan di bandara berhadapan langsung dengan kebisingan mesin pesawat dan kendaraan berat. Penggunaan pelindung telinga sangat penting untuk menjaga fungsi pendengaran tetap optimal.

4. Militer dan Keamanan

Anggota militer sering terpapar suara bising dari tembakan, ledakan, atau latihan dengan alat berat. Earplug yang terbuat dari busa atau silikon mampu meredam suara ekstrem dan mencegah kerusakan gendang telinga.

5. Event Organizer dan Teknisi Suara

Bekerja dekat dengan speaker berdaya tinggi dapat menyebabkan kerusakan telinga jika tidak menggunakan penutup telinga yang sesuai. Penggunaan pelindung pendengaran secara tepat dapat melindungi dari kebisingan secara optimal.

Baca Juga: Kenapa Earmuff Adalah Bagian K3? Mengulik Fungsinya Untuk APD, Bukan Untuk Gaya!

Jenis-Jenis Alat Pelindung Telinga: Earplug vs Earmuff

Dalam dunia kerja yang rentan terhadap kebisingan, terdapat dua jenis alat pelindung pendengaran utama yang umum digunakan: earplug dan earmuff. Keduanya dirancang untuk melindungi telinga dari intensitas suara yang berlebihan, namun memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing sesuai dengan kebutuhan industri.

Earplug adalah penyumbat telinga kecil yang dimasukkan langsung ke dalam saluran telinga. Umumnya terbuat dari busa atau silikon yang lunak dan mampu menyesuaikan bentuk telinga.

Earplug cocok digunakan dalam jangka waktu lama karena lebih ringan dan tidak mengganggu penggunaan helm atau alat pelindung lainnya. Alat ini sangat efektif meredam suara dan mencegah suara yang masuk ke telinga melebihi ambang batas 85 desibel.

Sementara itu, earmuff adalah penutup telinga berbentuk bantalan besar yang menutupi seluruh telinga bagian luar. Earmuff cocok digunakan dalam kondisi kebisingan di tempat kerja yang sangat tinggi, atau ketika pekerja sering berada di lokasi bising dalam waktu singkat namun berulang.

Kapan Harus Menggunakan Earplug atau Earmuff?

Gunakan earplug ketika Anda bekerja dalam area kerja panas, menggunakan helm, atau berada dalam lingkungan industri dengan suara berisik yang tidak terlalu ekstrem namun berlangsung lama. Earplug sangat cocok bagi pekerja yang membutuhkan perlindungan namun tetap menginginkan kenyamanan dan fleksibilitas.

Gunakan earmuff jika Anda bekerja di area dengan paparan suara yang sangat tinggi dan tidak memungkinkan pemakaian earplug secara efektif, seperti pekerjaan di bandara, lokasi militer, atau pabrik dengan suara ledakan dan mesin berat. Kombinasi earplug dan earmuff bahkan dapat digunakan jika tingkat kebisingan melebihi 30dB.

Kesimpulan

Melindungi pendengaran dari kebisingan di tempat kerja merupakan hal yang krusial untuk menjaga fungsi pendengaran jangka panjang. Earplug sebagai alat pelindung pendengaran terbukti efektif dalam mengurangi intensitas suara yang masuk ke telinga, terutama bagi pekerja yang terpapar suara bising secara berulang kali.

Baik di area konstruksi, pabrik, maupun bandara, penggunaan sumbat telinga yang tepat dapat mencegah gangguan pendengaran, infeksi, hingga kerusakan gendang telinga. Memilih antara earplug dan earmuff harus disesuaikan dengan tingkat kebisingan, durasi paparan, serta kenyamanan pengguna.

Untuk Anda yang sedang mencari earplug berkualitas dan sesuai standar K3, kami merekomendasikan untuk membelinya melalui Toko Safety Murah yang menyediakan berbagai pilihan pelindung telinga seperti earplug dari bahan busa maupun silikon, dengan berbagai ukuran dan model untuk menyesuaikan kebutuhan lingkungan kerja Anda.


Artikel Lainnya

Lorem Ipsum 
12 December 2025
Lorem Ipsum 

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

Baca Selengkapnya →
Lorem Ipsum
12 December 2025
Lorem Ipsum

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

Baca Selengkapnya →
Solusi Terbaik untuk Keselamatan Kerja di Lingkungan Anda!

Please rotate your phone to access the website

Butuh Bantuan?