
Menjadi salah satunya industri yang mengurus tenaga listrik yang vital di Indonesia, bekerja di PT PLN (Persero) juga memiliki beberapa resiko yang serius karena harus berurusan dengan aliran listrik setiap harinya.
Untuk itu, diterapkan penggunaan Alat Pelindung Diri atau APD sebagai suatu keharusan yang telah diatur dalam prosedur bekerja sehari-harinya. Walaupun begitu, APD PLN tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan kerja saja, melainkan lapisan tambahan yang dapat melindungi para pekerjanya dari berbagai resiko kecelakaan kerja yang fatal.
Alat Pelindung Diri atau yang disingkat sebagai APD adalah sebuah rangkaian perlengkapan yang wajib untuk digunakan para pekerja. Selain melindungi diri dari berbagai potensi bahaya atau kecelakaan kerja, APD juga dirancang khusus untuk dapat melindungi beberapa bagian tubuh Anda, mulai dari mata, kepala, telinga, tangan, dan kaki.
Untuk perusahaan yang bergerak sektor listrik, ada banyak resiko kecelakaan yang selalu mengintai saat bekerja. Inilah yang membuat setiap pekerjanya harus melengkapi dirinya dengan seperangkat APD. Dengan memakai perlengkapan ini, mereka dapat terhindari dari berbagai resiko seperti sengatan listrik, luka bakar, dan terjatuh dari ketinggian.
Tak hanya melindungi diri, menggunakan unit APD juga merupakan sebuah bentuk kepatuhan pekerjanya terhadap peraturan keselamatan yang berlaku. Lambat laun, hal ini akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.
Baca Juga: 12 APD yang Wajib Digunakan Saat Bekerja di Ketinggian
Untuk mendapatkan perlindungan menyeluruh dan terhindar dari aneka resiko bahaya kecelakaan, ada beberapa jenis APD PLN yang umumnya digunakan. Berikut adalah daftar lengkapnya:
Perlengkapan yang pertama adalah helm keselamatan yang berguna untuk melindungi kepala para petugas PLN dari benturan, benda jatuh, hingga sengatan listrik. PT PLN sendiri telah menerapkan standar untuk helm yang harus digunakan, yaitu bersifat dielektrik yang sangat efektif, tahan benturan, dan dilengkapi dengan tali dagu yang kuat.
Untuk melindungi tangan para pekerja PLN, digunakan sarung tangan isolasi untuk menghindari terkena sengatan listrik. Sarung ini dibuat dari bahan-bahan khusus isolator seperti karet atau kulit isolasi. Ada beberapa jenis sarung tangan isolasi yang digunakan, menyesuaikan tingkat tegangan listrik.
Selanjutnya adalah sepatu boots isolasi untuk menghindari kaki tersengat listrik dan aneka resiko lainnya. Dibuat dari bahan isolasi, sepatu ini juga memiliki sol anti-slip supaya tidak mudah tergelincir di permukaan yang licin.
Supaya dapat terlindungi dari berbagai percikan benda asing, debu, hingga sinar radiasi, PLN mewajibkan para pekerjanya untuk menggunakan kacamata pelindung khusus. Dengan menetapkan standar yang sama ketatnya dengan helm, para pekerjanya dipastikan akan terhindar dari berbagai resiko kecelakaan saat bekerja.
Berikutnya adalah baju pelindung untuk melindungi tubuh mereka dari percikan api dan sengatan listrik. Biasanya, para pekerja PLN akan diberikan baju pelindung khusus yang memiliki daya tahan tinggi untuk menangkal api dan listrik.
Unit APD yang terakhir adalah sabu dan tali pengaman. Perlengkapan ini cukup vital bagi pekerjanya yang sering melakukan pekerjaan di ketinggian, seperti tiang listrik atau menara transmisi. Berkat alat ini, para pekerja terhindar dari resiko terjatuh saat bekerja.
Bekerja dalam lingkungan kerja dengan resiko tinggi seperti PLN membuat keselamatan kerja adalah hal yang paling utama diperhatikan. Tidak hanya dianjurkan, setiap pekerjanya diwajibkan untuk menggunakan perlengkapan yang telah memenuhi standar dan regulasi yang berlaku.
Dengan adanya regulasi ini, para pekerja PLN akan mendapatkan perlindungan maksimal dan terhindari dari potensi bahaya ketika bekerja di lapangan. Ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen PLN dalam menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerjanya serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Baca Juga: Memilih Perlengkapan Safety Proyek yang Tepat untuk Setiap Pekerjaan
Pemakaian alat pelindung secara benar dan konsisten adalah kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Inilah beberapa prosedur yang harus diikuti sebelum, selama, dan setelah selesai bekerja:
Sebelum memulai pekerjaan, pastikan bahwa semua perlengkapan yang dibutuhkan telah tersedia dan dalam kondisi baik. Lalu, periksalah dengan cermat apakah ada kerusakan atau cacat pada APD. Gunakan juga APD bersih dengan ukuran yang sesuai dengan tubuh untuk kenyamanan dan perlindungan optimal.
Pastikan Anda telah mengenakan APD dengan urutan yang benar dan menyesuaikannya hingga pas di tubuh. Hindari penggunaan APD yang dapat menghalangi pergerakan dan membuat Anda merasa kurang nyaman.
Setelah selesai digunakan, lakukan pembersihan setiap unit APD secara teratur. Keringkan dengan benar dan simpanlah di tempat yang bersih untuk memperpanjang umur pemakaiannya. Apabila mendapatkan APD Anda rusak, segera ganti secepatnya dengan yang baru.
Dapat Anda simpulkan bahwa memakai APD PLN merupakan sebuah investasi penting untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerjanya. Pastikan untuk menggunakan APD dengan tepat dan sesuai standar untuk meminimalisir resiko kecelakaan kerja.
Untuk menjaga aspek keselamatan dan kesehatan kerja, lengkapi diri Anda dengan berbagai alat pelindung diri yang telah disediakan oleh berbagai distributor perlengkapan terbaik, salah satunya adalah Toko Safety Murah.Kami menyediakan berbagai produk keselamatan yang berkualitas, mulai dari helm safety, sarung tangan, kacamata, rompi, sepatu, dan masih banyak lagi. Kunjungi website kami sekarang dan dapatkan produk-produk ini dengan harga dan penawaran terbaik yang pernah ada!
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.