Di lingkungan proyek, helm safety merupakan pelindung diri wajib yang digunakan untuk melindungi kepala dari bahaya benda jatuh, benturan, dan percikan api. Helm safety tidak hanya tersedia dalam satu jenis, tetapi diklasifikasikan berdasarkan fungsi dan kelasnya untuk memastikan perlindungan yang tepat.
Ingin mengetahui lebih banyak mengenai hal ini? Mari simak artikel berikut ini untuk informasi lebih lanjut!
Baca Juga: Rekomendasi Helm Safety yang Tepat untuk Proyek Konstruksi
Jenis-Jenis Helm Safety Berdasarkan Proyek dan Fungsi
Dengan memilih helm safety yang tepat berdasarkan jenis proyek dan fungsi, pekerja dapat mengurangi risiko cedera dan meningkatkan keselamatan kerja di area proyek. Helm proyek atau safety helmet harus menjadi bagian dari alat safety yang wajib dipakai oleh setiap pekerja di lingkungan kerja yang berbahaya.
1. Helm Konstruksi
- Fungsi: Helm konstruksi dirancang untuk melindungi pekerja dari cedera kepala akibat kejatuhan benda atau alat di area proyek pembangunan. Helm proyek ini sangat penting untuk keselamatan pekerja proyek yang bekerja di ketinggian atau di bawah struktur bangunan.
- Kelas dan Spesifikasi: Biasanya, helm konstruksi ini adalah helm kelas C, yang berfungsi untuk melindungi dari benturan tetapi tidak memberikan perlindungan dari bahaya listrik. Helm keselamatan ini berwarna kuning atau putih, yang mencolok dan memudahkan identifikasi pekerja di lokasi proyek.
- Penggunaan: Dipakai oleh pekerja konstruksi, pengawas, dan manajer proyek. Penggunaan warna helm yang berbeda-beda, seperti kuning untuk pekerja, putih untuk pengawas, dan biru untuk tamu atau safety officer, membantu mempermudah identifikasi di lapangan.
2. Helm Listrik
- Fungsi: Helm listrik berfungsi untuk melindungi pekerja dari bahaya listrik dan kejutan listrik di area yang bertegangan tinggi. Helm ini sangat penting untuk pekerja yang bekerja di bidang kelistrikan atau proyek yang berkaitan dengan instalasi listrik.
- Kelas dan Spesifikasi: Helm kelas E atau helm kelas G adalah jenis helm yang dirancang untuk melindungi pekerja dari bahaya listrik hingga tegangan tertentu, biasanya hingga 20.000 volt. Helm ini terbuat dari bahan non-konduktif yang mampu mengurangi risiko kejutan listrik.
- Penggunaan: Dipakai oleh teknisi listrik, operator mesin listrik, dan pekerja di lingkungan kerja yang berpotensi memiliki bahaya listrik. Helm proyek atau safety helmet ini memastikan bahwa keselamatan pekerja tetap terjaga saat bekerja dengan peralatan bertegangan tinggi.
3. Helm Konstruksi Berat / Tambang
- Fungsi: Helm ini dirancang untuk pekerja yang bekerja di lingkungan pertambangan atau konstruksi berat, di mana risiko cedera kepala akibat kejatuhan batu, alat berat, atau bahan konstruksi sangat tinggi. Helm ini dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal di area kerja yang berbahaya.
- Kelas dan Spesifikasi: Helm ini biasanya dilengkapi dengan pelindung tambahan dan ventilasi untuk kenyamanan pemakai. Helm proyek berwarna merah atau biru sering digunakan di area pertambangan untuk mempermudah identifikasi pekerja.
- Penggunaan: Dipakai oleh pekerja tambang, pekerja proyek konstruksi berat, dan operator alat berat. Helm keselamatan ini sangat penting untuk meminimalisir cedera kepala akibat kejatuhan benda atau alat berat di area tambang dan konstruksi berat.
4. Helm Tahan Panas / Pemadam Kebakaran
- Fungsi: Helm ini dirancang untuk melindungi kepala dari suhu tinggi dan api, sangat penting bagi pekerja pemadam kebakaran atau pekerja di industri dengan suhu ekstrem. Helm ini juga berfungsi untuk melindungi mata dari percikan api dan panas.
- Kelas dan Spesifikasi: Helm ini terbuat dari bahan yang tahan panas seperti Kevlar dan dilengkapi dengan pelindung wajah serta ventilasi untuk menjaga kenyamanan di lingkungan kerja yang panas. Warna helm biasanya mencolok, seperti warna merah atau berwarna hijau, untuk mempermudah identifikasi di lapangan.
- Penggunaan: Dipakai oleh petugas pemadam kebakaran, pekerja di pabrik peleburan logam, dan pekerja di lingkungan industri dengan risiko panas tinggi. Penggunaan helm proyek tahan panas ini sangat penting untuk memastikan keselamatan pekerja dari risiko terbakar atau terkena percikan panas.
Baca Juga: Panduan Helm Safety Terlengkap: Standar Warna Helm Safety di Tempat Kerja
Kelas Helm Safety Proyek Berdasarkan Standar
Helm ini bukan hanya aksesoris pelengkap, tapi pelindung vital bagi kepala Anda di lingkungan kerja yang penuh dengan potensi bahaya. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai kelas helm safety proyek berdasarkan standar:
1. Kelas G (General)
Helm safety proyek kelas G atau General dirancang untuk memberikan perlindungan umum di berbagai jenis proyek konstruksi. Helm ini melindungi penggunanya dari kejatuhan benda dan benturan.
- Fungsi: Helm kelas G berfungsi untuk melindungi area kepala pekerja proyek dari cedera akibat benturan dengan benda keras atau kejatuhan alat berat. Helm ini juga dirancang untuk mencegah kecelakaan di area proyek pembangunan.
- Spesifikasi: Helm kelas G biasanya terbuat dari bahan yang tahan benturan dan dirancang untuk menahan tegangan listrik hingga 2.200 volt, memberikan pengamanan dasar bagi pekerja di lingkungan yang tidak berpotensi tinggi terhadap bahaya listrik.
- Penggunaan: Digunakan oleh pekerja proyek umum, supervisor, dan mandor di berbagai sektor industri konstruksi. Warna helm ini biasanya berwarna kuning atau putih untuk memudahkan identifikasi di lapangan.
2. Kelas E (Electrical)
Helm safety kelas E atau Electrical khusus dirancang untuk melindungi pekerja dari bahaya listrik. Helm ini sangat penting untuk pekerja yang terlibat dalam pekerjaan yang berhubungan dengan instalasi listrik.
- Fungsi: Helm kelas E menawarkan perlindungan maksimal terhadap tegangan listrik yang tinggi, sehingga mencegah cedera akibat kejutan listrik. Helm ini memberikan pengaman bagi pekerja yang bekerja di area dengan potensi bahaya listrik.
- Spesifikasi: Helm ini mampu menahan tegangan listrik hingga 20.000 volt. Terbuat dari bahan non-konduktif, helm ini sangat penting untuk melindungi penggunanya dari kejutan listrik yang dapat terjadi di lingkungan kerja bertegangan tinggi.
- Penggunaan: Dipakai oleh teknisi listrik, operator peralatan listrik, dan pekerja yang bekerja di sekitar instalasi listrik. Warna helm ini sering kali berwarna biru atau putih untuk menandakan perlindungan khusus terhadap bahaya listrik.
3. Kelas C (Conductive)
Helm safety kelas C atau Conductive dirancang untuk memberikan perlindungan minimal tanpa kemampuan perlindungan terhadap bahaya listrik. Helm ini digunakan di lingkungan yang tidak memiliki risiko kelistrikan.
- Fungsi: Helm kelas C berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan dan kejatuhan benda, namun tidak dirancang untuk mencegah cedera akibat tegangan listrik. Helm ini biasanya digunakan di area kerja yang tidak berpotensi menghadapi bahaya listrik.
- Spesifikasi: Helm ini menawarkan ventilasi yang lebih baik dibandingkan dengan helm kelas lainnya, memberikan kenyamanan lebih bagi penggunanya. Helm ini terbuat dari bahan yang memungkinkan aliran udara, menjaga kepala tetap dingin saat bekerja.
- Penggunaan: Digunakan oleh pekerja di lingkungan industri, pabrik, dan area proyek yang tidak berhubungan dengan kelistrikan. Warna helm ini bisa beragam, seperti merah atau hijau, dan biasanya dipakai oleh pekerja yang memerlukan ventilasi lebih baik.
Kesimpulan
Pemilihan helm safety proyek berdasarkan kelas sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan cedera kepala di lingkungan kerja. Menggunakan helm yang tepat sesuai dengan kondisi dan potensi bahaya di area proyek adalah bagian integral dari penerapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan meningkatkan aspek keselamatan di tempat kerja.
Safety merupakan sebuah elemen kunci dalam setiap proyek, dan memilih helm yang tepat dapat mencegah kecelakaan serta memberikan perlindungan optimal bagi pekerja. Temukan helm safety dan alat keselamatan kerja lainnya dengan harga terjangkau hanya di Toko Safety Murah!