
Alat Pembatas Kecepatan mobil, dikenal juga sebagai speed limiter, adalah perangkat yang dirancang untuk mengontrol kecepatan kendaraan secara otomatis. Dengan menggunakan teknologi canggih, alat ini bertujuan untuk membatasi kecepatan kendaraan sesuai dengan batas kecepatan yang telah ditentukan.
Artikel ini akan menjelaskan definisi, manfaat, spesifikasi, dan penerapan alat pembatas kecepatan. Speed limiter universal sendiri dapat dipasang pada berbagai jenis kendaraan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan di jalan raya.
Dengan mengurangi risiko kecelakaan dan pelanggaran aturan lalu lintas, alat ini memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi. Simak lebih lanjut!
Baca Juga: Speed Bump: Alat Pembatas Kecepatan Pada Jalan dan Aturan Pemasangan
Vehicle Speed limiter, juga dikenal sebagai Intelligent Speed Assistance (ISA), adalah sistem yang dipasang pada kendaraan untuk membatasi kecepatan.
Untuk mengaktifkan fitur speed limiter, pengguna dapat menekan tombol LIM pada area kemudi. Kemudian, tuas dapat digeser ke atas dan ke bawah untuk menentukan kecepatan maksimum.
Fitur ini bekerja dalam dua cara, yaitu secara manual, mirip dengan cruise control, di mana pengemudi harus mengatur kecepatan sendiri, dan secara otomatis, dengan sistem memperlambat kendaraan ketika melebihi batas kecepatan yang ditetapkan.
Speed limiter juga memberikan peringatan jika kendaraan mendekati batas kecepatan kota atau area terkait lainnya. Hal ini membantu mengurangi intensitas kecelakaan dan cocok untuk perjalanan jarak tempuh jauh maupun pendek.
Speed limiter untuk kendaraan memiliki berbagai bentuk dan teknologi yang berbeda, yang dirancang sebagai pembatas kecepatan kendaraan. Salah satu jenisnya adalah pembatas kecepatan elektronik yang menggunakan sistem kontrol elektronik untuk mengatur daya mesin secara otomatis sesuai dengan batas cepat yang ditetapkan.
Terdapat juga pembatas kecepatan mekanik yang secara fisik membatasi aliran bahan bakar atau throttle mesin. Teknologi pembatas kecepatan berbasis GPS menggunakan sinyal GPS untuk melacak kecepatan kendaraan dan menerapkan pembatasan jika melebihi batas yang telah ditetapkan.
Ada juga sistem pelacakan kendaraan yang memadukan pelacakan GPS dengan kontrol kecepatan elektronik untuk menegakkan batas kecepatan. Intelligent Speed Assistance (ISA) menggunakan teknologi pengenalan tanda lalu lintas dan GPS untuk secara otomatis menyesuaikan kecepatan kendaraan sesuai dengan batas kecepatan yang terdeteksi.
Selain menggunakan teknologi, terdapat juga alat pembatas kecepatan mobil yang diaplikasikan di jalan raya yang disebut dengan Speed Bump dan Speed Table. Speed Bump dibangun di jalanan lokal dengan batas kecepatan maksimum kendaraan sebesar 20 kilometer per jam.
Di sisi lain, Speed Table diimplementasikan di jalan yang lebih lebar di mana kendaraan dapat bergerak dengan kecepatan lebih tinggi, dengan batas maksimum biasanya ditetapkan pada 40 kilometer per jam.
Baca Juga: Road Barrier: Mengenal Jenis-Jenis Pembatas Jalan Untuk Keamanan Jalan Raya
Alat pembatas kecepatan mobil sebenarnya sudah menjadi bagian dari fitur kendaraan pada mobil penumpang hingga mobil truk. Hal tersebut adalah aturan wajib yang diterapkan untuk produsen mobil sejak tahun 2022 dengan alasan keselamatan.
Namun, mobil tahun tahun lama yang tidak memiliki teknologi ini tetap bisa memanfaatkan fungsinya. Anda dapat memasang sistem pelacak GPS yang dilengkapi dengan fitur ISA.
Beberapa perangkat pelacak GPS menawarkan fungsi ini sebagai tambahan, yang dapat memberikan informasi kecepatan aktual kendaraan dan membandingkannya dengan batas kecepatan yang terdeteksi di jalan.
Beberapa aplikasi bahkan dapat berfungsi sebagai pembatas kecepatan virtual dengan mengontrol akselerasi melalui Bluetooth atau konektivitas lainnya pada sistem kendaraan.
Sementara itu, cara setting limiter speed pada jalanan juga memiliki aturan wajib. Speed table sebaiknya memiliki tinggi antara 8 hingga 9 cm, lebar bagian atasnya sekitar 660 cm, dan kemiringan maksimum tidak lebih dari 15%.
Pemilihan warna juga penting, dengan kombinasi warna kuning atau putih seluas 20 cm, dipisahkan dengan warna hitam berukuran sekitar 30 cm. Jarak pemasangan yang direkomendasikan adalah antara 90 hingga 180 meter untuk mencapai efek pengendalian lalu lintas yang optimal.
Speed bump sebaiknya memiliki tinggi antara 5 hingga 9 cm, dengan lebar total berkisar antara 35 hingga 39 cm, dan kemiringan puncak tidak melebihi 50%. Kombinasi warna yang dianjurkan adalah kuning atau putih, dengan warna hitam bervariasi antara 25 hingga 50 cm.
Kita sudah pahami bersama bahwa speed limiter adalah teknologi yang terdapat pada fitur mobil, dan diletakkan di jalan raya. Walau bentuknya berbeda, tapi keduanya memiliki fungsi yang sama terhadap keselamatan pengendara.
Speed limiter telah membawa pengaruh besar pada keamanan dan kenyamanan berkendara. Kehadiranya bukan alasan untuk memacu kecepatan, tapi sebagai pengingat bahwa berkendara yang aman adalah mematuhi batas kecepatan yang ditentukan.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.