Fungsi Traffic Cone: Kerucut Lalu Lintas, Pengaman di Jalan Raya

Saat berkendara di jalan raya, anda pasti pernah melihat yang namanya traffic cone atau kerucut lalu lintas. Traffic cone berwarna jingga tersebut merupakan salah satu perangkat pengaturan lalu lintas, biasanya dipakai di jalan yang sedang ada perbaikan atau di depan toilet yang sedang dibersihkan. Apa sebenarnya fungsi traffic cone ? Yuk cari tahu lebih lanjut.

Baca Juga: Road Barrier: Mengenal Jenis-Jenis Pembatas Jalan Untuk Keamanan Jalan Raya

Mengenal Apa Itu Traffic Cone

Traffic cone disebut pula sebagai kerucut lalu lintas. Sesuai namanya, traffic cone ini digunakan untuk pengaturan lalu lintas yang sifatnya sementara. Biasanya dipakai untuk mengatur lalu lintas seperti membantu menyebrangkan anak sekolah, ada perbaikan di jalan, atau terjadi kecelakaan di jalan raya.

Tujuannya yaitu supaya pengendara atau pejalan kaki yang melintas agar berhati hati. Itulah kenapa traffic cone dibuat dengan warna yang mencolok, guna memudahkan orang melihatnya dari kejauhan maupun pada malam hari. Seringkali traffic cone juga diberi tambahan bahan retroreflective agar dapat memantulkan cahaya. Jadi perangkat tersebut tetap terlihat di jalanan yang gelap.

Sejarah Traffic Cone

Fungsi traffic cone sudah digunakan selama puluhan tahun. Ada dua versi sejarah mengenai kemunculan pertama kali traffic cone tersebut. Menurut beberapa sumber, prototipe kerucut lalu lintas sudah dibuat sejak tahun 1914. Namun penggunaanya yang pasti terjadi pada tahun 1940, dibuat oleh seorang pelukis jalanan di Los Angeles.

Saat itu kerucut lalu lintas ini dibuat hanya menggunakan bahan kayu, untuk menghalangi kendaraan yang melintas lantaran jalan sedang dicat.Namun karena bahan kayu mudah rusak apabila tidak sengaja tertabrak, maka seiring waktu pembuatannya semakin dikembangkan.

Pada tahun 1943, traffic cone mulai dibuat dari bahan karet ban bekas. Dan mulai tahun 1947, produksi traffic cone dilakukan secara massal hingga digunakan di berbagai negara di seluruh dunia sebagai bagian keselamatan di jalan raya. Seiring perkembangannya, traffic cone mulai dilengkapi retroreflective seperti yang kita kenal sekarang dengan warna jingga menyala.

Fungsi Traffic Cone

Sebagai bagian dari alat keselamatan di jalan raya, fungsi traffic cone tentunya sudah jelas. Alat ini berfungsi untuk mengarahkan lalu lintas yang sifatnya tidak permanen atau hanya sementara. Lebih lanjut, ada empat penggunaan traffic cone secara resmi. Yaitu pada area jalan raya yang sedang ada perbaikan, pembangunan, atau kegiatan perawatan.

Kemudian area kecelakaan, untuk mengalihkan jalur saat terjadi kecelakaan atau kondisi bencana alam. Lalu area pelaksanaan kegiatan, untuk mengalihkan jalur ketika ada kegiatan tertentu. Serta untuk memisahkan jalur khusus dengan jalur jalan raya untuk kendaraan bermotor, contoh jalur khusus untuk para pejalan kaki.

Jenis Traffic Cone

A. Traffic Cone Standar

Traffic cone standar merupakan jenis yang paling umum digunakan. Kerucut lalu lintas ini dibuat dengan mengikuti standar ketinggian minimal 18 inci, dan didominasi oleh warna orange atau jingga. Dengan tinggi 18 inci, maka traffic cone standar dapat digunakan di siang hari pada jalan raya dengan arus lalu lintas rendah.

B. Traffic Cone Reflektif

Agar fungsi traffic cone tetap optimal pada malam hari, maka dibutuhkan jenis traffic cone reflektif. Lapisan reflektif ini membuat kerucut lalu lintas lebih mudah terlihat meskipun kondisi jalan gelap. Dimana lapisan reflektif berupa dua buah band atau strip, dengan strip pertama selebar 6 inci berada sekitar 3-4 inci dari puncak kerucut.

Kemudian untuk strip kedua dengan lebar 4 inci berada sekitar 2 inci di bawah strip pertama. Dan traffic cone reflektif yang digunakan pada malam hari sebaiknya memiliki tinggi minimal 28 inci. Ukuran tersebut sangat pas digunakan di jalan tol atau jalan bebas hambatan.

C. Traffic Cone Portable

Traffic cone portable sesuai dengan namanya, merupakan kerucut lalu lintas yang mudah dibawa bawa. Itu karena perangkat ini umumnya dibuat dari bahan PVC atau rubber yang elastis sehingga dapat dilipat. Tingkat fleksibilitasnya pun tinggi, membuat cone dapat dengan mudah kembali ke posisi semua ketika ditekuk sampai menyentuh lantai.

Biasanya jenis seperti itu lebih sering digunakan di area indoor sebagai penanda bahwa area tidak dapat dimasuki. Contohnya pada area lantai basah yang baru saja selesai dipel, di depan ruangan yang sedang diperbaiki, dan lain sebagainya.

Cara Menggunakan Traffic Cone

Cara menggunakan traffic cone sangat mudah, anda hanya perlu meletakkannya sebagai pembatas area yang tidak boleh dilintasi atau ruangan yang tidak boleh dimasuki. Meskipun fungsi traffic cone terlihat sederhana, namun sangat penting bagi keselamatan para pengguna jalan raya. Karena adanya traffic cone ini begitu membantu dalam mengalihkan arus kendaraan.

Untuk meningkatkan visibilitas dan stabilitasnya, traffic cone dapat digunakan dengan aksesoris pendukung seperti strip reflektif atau reflecting collars. Aksesoris seperti ini cocok ditambahkan pada cone yang masih polos. Kemudian stabilizer juga bisa digunakan untuk membantu mempertahankan posisi kerucut supaya tidak mudah bergeser.

Traffic cone menjadi salah satu alat keselamatan di jalan raya yang sangat penting. Alat ini juga sering dipakai di area proyek konstruksi, hingga area indoor perusahaan misalnya di luar ruangan yang sedang dicat. Intinya keberadaan traffic cone ini sangat penting untuk pengaturan lalu lintas yang bersifat sementara. Semoga informasi ini bermanfaat!


Artikel Lainnya

Lorem Ipsum 
12 December 2025
Lorem Ipsum 

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

Baca Selengkapnya →
Lorem Ipsum
12 December 2025
Lorem Ipsum

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

Baca Selengkapnya →
Solusi Terbaik untuk Keselamatan Kerja di Lingkungan Anda!

Please rotate your phone to access the website

Butuh Bantuan?